Betapa cepat membusuk-layu; kulit yang ditinggalkan isi. Bagaimanakah hati; jika imannya pergi?
Senin, 09 Juni 2014
URGENSITAS PERAN PEREMPUAN DALAM MEMBANGUN INDONESIA BARU
Kini dan ke depan, perempuan sepakat bersatu
Wihdatul Ummah
Senin, 12 Mei 2014
Info Buku: MENDEFINISIKAN PEREMPUAN
Terminal Persimpangan
Jika dicermati dari makna bahasanya, kata perempuan memiliki makna yang lebih positif dibanding kata wanita. Konon Menurut legenda, kata dasar perempuan adalah empu (per-empu-an), Empu adalah gelar kehormatan,seorang ahli, seorang yang mampu memimpin. Sedangkan kata wanita, kalau menurut etimologi jawa berasal dari frasa ‚wani ditoto‛ atau berani diatur. Sebutan wanita dimaknai berdasarkan kemampuannya untuk tunduk dan patuh pada lelaki sesuai dengan perkembangan budaya di tanah Jawa pada masa tersebut. Perempuan memiliki makna yang sangat mulia,perempuan adalah kehormatan, seseorang yang memiliki banyak hal di dalam dirinya. Itulah mengapa judul buku ini tidak menggunakan kata wanita melainkan perempuan.
Banyak yang menyatakan bahwa jumlah perempuan nantinya akan lebih banyak dari jumlah laki-laki. Ini disebabkan karena laki-laki lebih cepat meninggal dibandingkan perempuan. Bahkan Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa ‚Di antara tanda-tanda dekatnya hari Kiamat adalah sedikitnya ilmu (tentang Ad-Dien), merajalelanya kebodohan dan perzinahan, dan sedikitnya kaum laki-laki, sehingga lima puluh orang wanita hanya terdapat satu orang pengurus (laki-laki) saja‛. Sehingga menurut buku-buku marketing ‚siapa yang menguasai perempuan maka dia menguasai pasar‛. Dan pada akhirnya siapa yang menguasai perempuan maka dia menguasai dunia.
Oleh karena itulah buku ini hadir sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap perbaikan kualitas perempuan. Agar tercipta peradaban yang lebih baik kedepannya. banyaknya kontroversi yang ada sejak Nabi Adam hingga sekarang , membuat hal-hal tentang perempuan menjadi menarik untuk dibahas. Tentang pelecehan terhadap perempuan, tentang tidak bergunanya seorang perempuan, tentang rendahnya martabat perempuan hingga kontroversi terkait persamaan gender dan sebagainya. Sehingga disini kami ingin mengungkap bagaimanakah seharusnya posisi dan kedudukan seorang perempuan.
Kami mengambil judul ‚Mendefinisikan Perempuan‛ . yaitu mendefinisikan potensi-potensinya, mendefinisikan peran-perannya, mendefinisikan kedudukannya. Karena perempuan sesungguhnya memiliki peran dan potensi yang sangat besar dalam peradaban bangsa, agama dan dunia. Buku ini dimulai dengan pembahasan mengenai tokoh-tokoh wanita yang berpengaruh terhadap peradaban baik sakala nasional maupun internasional dan analisa terhadap kondisi perempuan dahulu dan masakini. Buku ini adalah kumpulan tulisan dari para kontributor yang memiliki pandangan-pendangan serta analisa strategis terkait perempuan. Semoga buku ini bisa menjadi inspirasi untuk perempuan di seluruh nusantara.
Surabaya, 10 Mei 2014
Wihdatul Ummah
Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan KAMMI Surabaya
Catatan: Buku ini adalah kumpulan tulisan dari para kontributor. Saat ini masih dibuka peluang bagi kontributor yang ingin berbagi inspirasi terkait perempuan. Deadline 30 Mei 2014, bagi yang tertarik silahkan hubungi CP 085731811143. info lebih lengkap terkait aturan penulisan di www.kammisurabaya.or.id . Buku ini akan disebar ke seluruh toko buku di Indonesia.
Jika dicermati dari makna bahasanya, kata perempuan memiliki makna yang lebih positif dibanding kata wanita. Konon Menurut legenda, kata dasar perempuan adalah empu (per-empu-an), Empu adalah gelar kehormatan,seorang ahli, seorang yang mampu memimpin. Sedangkan kata wanita, kalau menurut etimologi jawa berasal dari frasa ‚wani ditoto‛ atau berani diatur. Sebutan wanita dimaknai berdasarkan kemampuannya untuk tunduk dan patuh pada lelaki sesuai dengan perkembangan budaya di tanah Jawa pada masa tersebut. Perempuan memiliki makna yang sangat mulia,perempuan adalah kehormatan, seseorang yang memiliki banyak hal di dalam dirinya. Itulah mengapa judul buku ini tidak menggunakan kata wanita melainkan perempuan.
Banyak yang menyatakan bahwa jumlah perempuan nantinya akan lebih banyak dari jumlah laki-laki. Ini disebabkan karena laki-laki lebih cepat meninggal dibandingkan perempuan. Bahkan Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa ‚Di antara tanda-tanda dekatnya hari Kiamat adalah sedikitnya ilmu (tentang Ad-Dien), merajalelanya kebodohan dan perzinahan, dan sedikitnya kaum laki-laki, sehingga lima puluh orang wanita hanya terdapat satu orang pengurus (laki-laki) saja‛. Sehingga menurut buku-buku marketing ‚siapa yang menguasai perempuan maka dia menguasai pasar‛. Dan pada akhirnya siapa yang menguasai perempuan maka dia menguasai dunia.
Oleh karena itulah buku ini hadir sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap perbaikan kualitas perempuan. Agar tercipta peradaban yang lebih baik kedepannya. banyaknya kontroversi yang ada sejak Nabi Adam hingga sekarang , membuat hal-hal tentang perempuan menjadi menarik untuk dibahas. Tentang pelecehan terhadap perempuan, tentang tidak bergunanya seorang perempuan, tentang rendahnya martabat perempuan hingga kontroversi terkait persamaan gender dan sebagainya. Sehingga disini kami ingin mengungkap bagaimanakah seharusnya posisi dan kedudukan seorang perempuan.
Kami mengambil judul ‚Mendefinisikan Perempuan‛ . yaitu mendefinisikan potensi-potensinya, mendefinisikan peran-perannya, mendefinisikan kedudukannya. Karena perempuan sesungguhnya memiliki peran dan potensi yang sangat besar dalam peradaban bangsa, agama dan dunia. Buku ini dimulai dengan pembahasan mengenai tokoh-tokoh wanita yang berpengaruh terhadap peradaban baik sakala nasional maupun internasional dan analisa terhadap kondisi perempuan dahulu dan masakini. Buku ini adalah kumpulan tulisan dari para kontributor yang memiliki pandangan-pendangan serta analisa strategis terkait perempuan. Semoga buku ini bisa menjadi inspirasi untuk perempuan di seluruh nusantara.
Surabaya, 10 Mei 2014
Wihdatul Ummah
Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan KAMMI Surabaya
Catatan: Buku ini adalah kumpulan tulisan dari para kontributor. Saat ini masih dibuka peluang bagi kontributor yang ingin berbagi inspirasi terkait perempuan. Deadline 30 Mei 2014, bagi yang tertarik silahkan hubungi CP 085731811143. info lebih lengkap terkait aturan penulisan di www.kammisurabaya.or.id . Buku ini akan disebar ke seluruh toko buku di Indonesia.
Rabu, 24 Juli 2013
Kepekatan malam dihiasi rembulan
Siang pula datang bersama sinaran mentari
Dalam resahnya hati ini
Ku turutkan langkah kaki
Tak terasa ku lalui
Jalan yang berliku-liku
Ku jatuhkan pandangan
Ku lihat jurang dalam
Penuh dengan onak duri
Yang amat mengerikan
Ku dongakkan kepala
Ku lihat langit tinggi
Terbentang luas
Tiada bertepi
CahayaMu indah
Menyinari hidupku ini
KasihMu tabah
Memupuk iman di jiwaku
Dengan cahayamu
Terang pelita di hatiku
Syiarmu meluas
Musuhmu terpaku... Ya Allah...
KalamMu indah
Terdengar merdu di telinga
MehnahMu itu mengajar menyedarkanku
KasihMu oh Tuhan
Membuat hatiku merindu
Ku rasa indah di dalam rahmatMu...(Hijjaz)
Ramadhan di tengah musim peralihan
menjadikan ramadhan kali ini begitu menyejukkan
tidak hujan, tidak juga panas
hembusan angin yang kencang
langit yang biru dengan awan awan yang berarak
saling berkejar-kejaran..
bunga-bunga terlihat lebih cantik
mekarnya begitu mempesona
putihnya menawan
merahnya merona
ungunya pun meneduhkan
Minggu, 19 Mei 2013
Pak Abu
tapi memang bapanya baik banget, jadi sibuk-sibuk sambil jawab pertanyaan-pertanyaanq.
kisah beliau cukup panjang sebelum jualan soto ini. yupz, memang kebanyakan pengusaha itu berani ambil resiko dan memulai semuanya dari nol.berikut hasil wawancara saya ke beliau
Jadi pengusaha merupakan cita cita beliau sejak masih muda,ingin memiliki usaha sendiri dan tidak bergantung dengan orang lain. Beliau memulai menjadi pengusaha sejak masih muda. Pertama kali membuka usaha beliau berjualan aksesoris keliling,namun karena stok habis dan distributor tidak kembali lagi sehingga beliau berganti ke usaha yang lain,yaitu jualan bakso di depan masjid manarul ilmi ITS. Namun usaha ini pun memiliki kendala, yaitu permasalahan dengan pedagang lain di lokasi yang sama. Akan tetapi beliau tidak putus asa untuk membuka usaha kembali dengan jenis makanan yang berbeda. Yaitu Bubur kacang ijo , ditengah usaha tersebut beliau diminta oleh pihak ITS untuk bekerja di bagian pendataan mahasiswa baru ITS , sehingga beliau tidak bisa berjualan bubur kembali.
Ditengah kesibukan beliau bekerja di TPB ITS tersebut, beliau mencoba memanfaatkan waktu
malamnya untuk berjualan tahu tek. Akan tetapi, karena merasa tidak memiliki
waktu istirahat beliau berhenti berjualan tahu tek. Ketika itu juga beliau
diminta untuk menjaga parkiran fakultas MIPA ITS. Akhirnya karena cita-cita
awalnya beliau adalah menjadi pengusaha, maka beliau berusaha mencari lokasi
disekitar ITS untuk berjualan soto. awalnya beliau berjualan soto di depan
pascasarjana ITS sejak tahun 2000. Kemudian pada tahun 2006 beliau mencoba
memanfaatkan lahan kosong di kantin biologi untuk menjual sotonya tersebut. Dan
sampai sekarang beliau sudah mulai mencapai cita-citanya sebagai pengusaha.
Selama hampir 6 tahun ini sotonya laris diserbu mahasiswa, terutama MIPA.
Semangat pak abu....kisahnya sangat menginspirasi. sebagai pengusaha memang tidak boleh menyerah dan harus tekun dengan usaha yang digeluti. Menginspirasi...
Semangat Wirausaha!! Ganbatte!
Semangat Wirausaha!! Ganbatte!
Sabtu, 18 Mei 2013
Untuk "Menara 11"
Gak terasa sebentar lagi kalian akan menginjak tahun ke-3
dikampus ini, Tahun dimana peran-peran penting dikampus berlari-lari mencari
tuannya. Berhamburan mencari pemegang-pemegang estafet baru. Terutama di
jurusan yang sebentar lagi akan kedatangan penghuni-penghuni baru, sebagai tuan
rumah tentunya pemeran utama harus menyiapkan yang terbaik untuk menyambut penghuni-penghuni
baru tersebut dengan sebaik-bainya. Dan tidak hanya penghuni-penghuni baru akan
tetapi penghuni-penghuni lama pun harus tetap diayomi.
Yup...adek-adekqu...amanah-amanah itu mulai mencari pundak-pundak yang ia inginkan. Bersiap siagalah dan berlapang-lapanglah. Apapun peran yang akan kalian jalani nanti itu adalah amanah yang Allah percayakan kepada kalian, Untuk menguji semampu apa dan sekuat apa kalian memikulnya. Sehingga ketika lulus ujian amanah itu dengan baik maka kalian akan naik kelas, naik ke level yang lebih tinggi dihadapanNya.
Namun harus disadari bahwa, tidak akan ada peran yang kecil maupun peran yang besar, semua sama, sama-sama amanah yang harus dijalankan dengan sebaik mungkin. Disini rumusannya sederhana, ialah sejauh mana peran-peran itu memiliki sebesar mungkin manfaat itulah yang akan menjadi ukuran atas timbangan amal kita. Karna seperti sabda Rasulullah, sebaik-baik orang adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Ini terkait dengan fungsinya, dan juga radius jangkauannya.
Artinya ini terkait dengan seberapa penting dan strategis jenis dari manfaat tersebut, dan juga disisi lain, seberapa banyak orang yang mengambil manfaat itu secara jumlah. Ya, apapun peran kalian di jurusan nanti, entah itu di Hima entah itu di LDJ , entah sebagai kahima,ketum,SC PH, SC OMITS, PH Hima, PH LDJ, OC, ataupun staff tak masalah. Allah hanya melihat dari sisi keberartian dan kemanfaatan kalian dalam menjalani peran-peran tersebut.
Jangan pernah merasa peran kita kecil ataupun besar. Semua peran itu ibarat potongan-potongan puzzle yang ketika dijalankan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab maka potongan-potongan puzzle itu akan menjadi gambaran yang sempurna. Dan Allah menciptakan kita didunia ini hanyalah untuk beribadah, jadi jika kita niatkan segala peran hanyalah sebagai bentuk usaha kita untuk mencapai visi mulia tersebut maka apapun perannya tak ada masalah.
Peran-peran tersebut harus kita sambut dengan suka hati dan lapang dada. Dan kita harus menghadirkan rasa senang dalam menjalaninya, karena panggilan rasa senang merupakan nyawa kedua , setelah motif Ibadah sebagai nyawa pertama.
“Rasa senang itu setengah perjalanan. Jika ia ada, jalan menuju tujuan lebih mudah dicapai.” (Syaikh Samih Alghutnaini)
Temukan panggilan rasa senang yang terbimbing dalam peran-peran tersebut, setelah itu jalani saja. Dengan itu kita berharap bisa menjadi seorang muslim yang menjaga cahaya imannya dengan segenap takut dan harap, tetapi pada saat yang sama selalu bersemangat dan ceria dalam menjalankan segala peran yang bermanfaat.
Oleh karena itu Allah menyebut hamba-Nya dengan sebutan mukmin karena hanya orang mukmin saja yang dapat memelihara amanah Allah, menunaikan serta memegangnya dengan erat,
sebagaimana difirmankan oleh Allah:Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya, (QS. 23:8)
* Amanah adalah akhlak dan ciri keimanan.Dengan pendidikan keimanan dia akan menjadi baik dan bersih yaitu dengan menumbuhkan rasa kedekatan Allah, yang tak satupun tersembunyi di hadapan Allah, serta takut ketika ditanya di hadapan Allah.
* Amanah adalah bekal paling besar dan paling baik yang dimiliki seseorang.jika seseorang terpercaya di dalam amanahnya maka itu merupakan kekayaan di dunia sebelum nanti di akhirat.
* Amanah adalah kekuatan, dalam pengaruh dan kekuasaan, kemuliaan dan kecukupan.bahkan merupakan kekuatan jiwa sehingga tidak lemah dan tunduk terhadap hawa nafsu dan segala yang membawa kepada kebinasaan.
Semoga Allah memudahkan kalian dalam menjalani peran-peran penting dijurusan nantinya.
Ihdinasshirathal mustaqiim... shirathalladzina an'amta 'alaihim.
jadikan amanah itu sbg nikmat dariNya yang menjadikan kalian Aman dan Iman kpd janji2Nya..
::jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu::.
Yup...adek-adekqu...amanah-amanah itu mulai mencari pundak-pundak yang ia inginkan. Bersiap siagalah dan berlapang-lapanglah. Apapun peran yang akan kalian jalani nanti itu adalah amanah yang Allah percayakan kepada kalian, Untuk menguji semampu apa dan sekuat apa kalian memikulnya. Sehingga ketika lulus ujian amanah itu dengan baik maka kalian akan naik kelas, naik ke level yang lebih tinggi dihadapanNya.
Namun harus disadari bahwa, tidak akan ada peran yang kecil maupun peran yang besar, semua sama, sama-sama amanah yang harus dijalankan dengan sebaik mungkin. Disini rumusannya sederhana, ialah sejauh mana peran-peran itu memiliki sebesar mungkin manfaat itulah yang akan menjadi ukuran atas timbangan amal kita. Karna seperti sabda Rasulullah, sebaik-baik orang adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Ini terkait dengan fungsinya, dan juga radius jangkauannya.
Artinya ini terkait dengan seberapa penting dan strategis jenis dari manfaat tersebut, dan juga disisi lain, seberapa banyak orang yang mengambil manfaat itu secara jumlah. Ya, apapun peran kalian di jurusan nanti, entah itu di Hima entah itu di LDJ , entah sebagai kahima,ketum,SC PH, SC OMITS, PH Hima, PH LDJ, OC, ataupun staff tak masalah. Allah hanya melihat dari sisi keberartian dan kemanfaatan kalian dalam menjalani peran-peran tersebut.
Jangan pernah merasa peran kita kecil ataupun besar. Semua peran itu ibarat potongan-potongan puzzle yang ketika dijalankan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab maka potongan-potongan puzzle itu akan menjadi gambaran yang sempurna. Dan Allah menciptakan kita didunia ini hanyalah untuk beribadah, jadi jika kita niatkan segala peran hanyalah sebagai bentuk usaha kita untuk mencapai visi mulia tersebut maka apapun perannya tak ada masalah.
Peran-peran tersebut harus kita sambut dengan suka hati dan lapang dada. Dan kita harus menghadirkan rasa senang dalam menjalaninya, karena panggilan rasa senang merupakan nyawa kedua , setelah motif Ibadah sebagai nyawa pertama.
“Rasa senang itu setengah perjalanan. Jika ia ada, jalan menuju tujuan lebih mudah dicapai.” (Syaikh Samih Alghutnaini)
Temukan panggilan rasa senang yang terbimbing dalam peran-peran tersebut, setelah itu jalani saja. Dengan itu kita berharap bisa menjadi seorang muslim yang menjaga cahaya imannya dengan segenap takut dan harap, tetapi pada saat yang sama selalu bersemangat dan ceria dalam menjalankan segala peran yang bermanfaat.
Oleh karena itu Allah menyebut hamba-Nya dengan sebutan mukmin karena hanya orang mukmin saja yang dapat memelihara amanah Allah, menunaikan serta memegangnya dengan erat,
sebagaimana difirmankan oleh Allah:Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya, (QS. 23:8)
* Amanah adalah akhlak dan ciri keimanan.Dengan pendidikan keimanan dia akan menjadi baik dan bersih yaitu dengan menumbuhkan rasa kedekatan Allah, yang tak satupun tersembunyi di hadapan Allah, serta takut ketika ditanya di hadapan Allah.
* Amanah adalah bekal paling besar dan paling baik yang dimiliki seseorang.jika seseorang terpercaya di dalam amanahnya maka itu merupakan kekayaan di dunia sebelum nanti di akhirat.
* Amanah adalah kekuatan, dalam pengaruh dan kekuasaan, kemuliaan dan kecukupan.bahkan merupakan kekuatan jiwa sehingga tidak lemah dan tunduk terhadap hawa nafsu dan segala yang membawa kepada kebinasaan.
Semoga Allah memudahkan kalian dalam menjalani peran-peran penting dijurusan nantinya.
Ihdinasshirathal mustaqiim... shirathalladzina an'amta 'alaihim.
jadikan amanah itu sbg nikmat dariNya yang menjadikan kalian Aman dan Iman kpd janji2Nya..
::jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu::.
Jumat, 17 Mei 2013
Mentoring Never Ending
Ibarat gelas
yang berisi air maka ia akan habis juga jika diminum dan tidak pernah diisi
ulang. Dan ibarat HP yang jika tidak dicharger maka ia pun akan habis
baterainya. Seperti itulah kapasitas pengetahuan dan jiwa kita. Jika ia tidak
diisi dengan ilmu dan nasehat maka Ia tidak akan mampu menjawab berbagai
permasalahan hidup yang melanda.
Dan seperti
ombak yang kadang pasang kadang surut, seperti langit yang kadang mendung
kadang cerah dan seperti air sungai yang kadang jernih kadang keruh.
Spiritualitas kita pun memiliki masa-masa naik turunnya tersendiri. Kadang diatas
kadang dibawah, kadang futhur kadang tidak. Ya, semua itu sudah menjadi fitrahnya
manusia, sepeti yang disebutkan dalam QS. Asysyamsy ayat 8:
“Allah mengilhamkan
kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan
ketakwaannya”
Maka dari
itu kita membutuhkan sebuah charger dan alat2 penstabil ruhiyah, agar diri qt
tidak tertutupi oleh kefasikan dan hawa nafsu. Salah satu alat yang paling utama adalah Mentoring, yaitu
pembinaan diri secara kontinu. Tentunya pembinaan diri yang efektif yang
benar-benar mampu mengarahkan kita menuju penstabilan diri.
Selain mentoring,
banyak lagi tools2 yang lain sebagai sarana pemenuhan kebutuhan pengkaderan
diri, diantaranya membaca buku-buku islami, mengikuti kajian-kajian,
seminar-seminar islami, diskusi, dan lain-lain. Akan tetapi harus disadari
bahwa mentoring ini adalah sarana yang paling utama sebagai garda depan
pengukuhan ruhaniyah. Karena mentoring merupakan sarana yang sudah terbukti
efektif dalam menstabilkan spiritualitas seseorang.
Dari
mentoring yang hanya dikelompokkan dengan sekitar 6-10 anggota akan lebih bisa
memudahkan para mente dalam berdiskusi serta lebih bisa membuat mereka mampu
untuk saling berinteraksi, berukhuwah, bertumbuh, dan memahami satu sama lain. Selain itu mentoring yang
seringkali diadakan kontinu 1 minggu sekali, dapat lebih mengontrol,
mengevaluasi dan mengukuhkan kestabilan ruhiyah itu sendiri. karena, dengan
adanya kontroling dan pemberian materi aqidah akhlak yang berkesinambungan tersebut
dapat lebih menjaga keberlangsungan aqidah dan akhlak kita.
Coretan
Mente:
“ Kakak mentor senantiasa membagi ilmunya tentang islam membuat saya lebih
memahami islam tidak hanya dalam aspek ritual ibadah saja, namun juga pemahaman
islam secara menyeluruh yang menyentuh setiap aspek dimansi kehidupan. Selain itu,
dalam mentoring saya dan teman-teman mente serta kakak mentor juga sesekali
nonton video dan film-film islami yang inspiratif dan sistem mentoring dengan
komunikasi dua arah dan tidak membuat kami jenuh” (Irma)
“Mentoring
juga sebagai wadah untuk mencurahkan segala isi hati atau permasalahan yang
ada. Salah satu obat hati adalah berkumpul dengan orang-orang shaleh dan
insyaAllah dengan mentoring ini kita tidak akan salah tempat dalam mencurahkan
isi hati dan berbagai permasalahan hidup sebab saran yang diberikan insyaAllah
mengantarkan kita untuk selalu dijalanNya” (Gadis)
“ Menurut
saya materi-materi mentoring cukup menarik, membangun untuk kedepan menjadi
lebih baik dan sekaligus menambah ilmu dunia maupun akhirat. Sran-saran yang
diberikan juga membangun sekali terutama saran yang mengingatkan untuk
menghafal Alqur’an supaya ortu kita kelak diberi jubah kehormatan. Membuat saya
yang dulu ogah-ogahan hafalan jadi ada semangat untuk mencoba menghafal Alqur’an”
(Evi)
“Dengan
mentoring, dulu yang tadinya belum tahu jadi tahu, yang selama ini s saya
anggap sudah benar ternyata masih kurang benar. Banyak mendapat motivasi juga .
dan seru..cz diselingi dengan nonton video2 inspiratif “ (tika)
“Mentoring
itu tidak saklek Jadwalnya bisa fleksibel, selalu ada
motivasi unt mente2. Terlebih saat jenuh. Bahasan yang dibahas juga benar-benar
bermanfaat, sharing tentang apa aja juga bisa. Terlebih saat membahas tentang
birrul
walidain, bener-bener mengena dan menyadarkan aku, kalau orang tua itu
yang terpenting. Selain itu juga sering ada video2 inspirasi. Jadi membuat aku
lebih semangat lagi.
kesannya selama
mengikuti mentoring:
saat mentoring hati
itu terasa dicharge lagi. Nyaman, banyak sekali ilmu-ilmu yang aku dapat dari
mentoring. Pengalaman & cerita yang pernah dialami mentor ataupun teman
yang lain juga menambah pengetahuan terlebih tentang pemahaman islam. Kemudian
saat mentoring diganti dengan kajian yang membahas tentang hijab. Ada
pengalaman disana. Semoga dengan mentoring ini, ilmu & pengalaman yang saya
dapat bisa saya amalkan. Amiin...” (ayu)
Yupz..mentoring memang
menjadi sarana yang “pelan tapi pasti” akan mampu menjadikan generasi-generasi
yang lebih baik kedepannya. Banyak hal yang berkesan dari mentoring karena
memang ukhuwah yang berrrrrasa dan berrrbekas. Meskipun mentoring wajib
semester genap akan segera berakhir, kami berharap adek-adek mente akan tetap
menyadari pentingnya mentoring. Sehingga mentoring ini tidak akan berhenti
sampai disini saja , akan tetapi juga terus berkelanjutan sampai Allah memanggil kita ke
sisiNya.
Langganan:
Postingan (Atom)










